• Mon. Sep 21st, 2026

Gelanggang Jatim

My WordPress Blog

Gelombang Panas Eropa Renggut Lebih dari 30.000 Nyawa

ByGelanggang Jatim

Aug 25, 2026

Gelanggang Jatim – Paris – Eropa mencatat lebih dari 30.000 kasus kematian tambahan akibat gelombang panas ekstrem yang melanda benua tersebut sejak pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2026.

Platform pemantau kematian EuroMomo mengungkap data mengejutkan bahwa Eropa mengalami lebih dari 32.000 kematian tambahan selama periode pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan tambahan jumlah orang yang meninggal dunia di luar kondisi normal, padahal periode tersebut bukan awal maupun akhir dari musim panas.

Berdasarkan perkiraan mingguan terbaru EuroMomo, pekan terakhir Juni menjadi minggu paling mematikan di Eropa dengan hampir 16.000 kematian tambahan yang tercatat. Pekan pertama Juli berada di urutan kedua dengan sekitar 8.000 kematian. Kedua minggu tersebut bertepatan dengan salah satu gelombang panas dahsyat yang melanda Eropa pada musim panas tahun ini.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Benua Eropa sepanjang musim panas 2026 telah memecahkan rekor suhu di berbagai negara. Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa melaporkan bahwa Eropa Barat mengalami awal musim panas terpanas sepanjang sejarah pada 2026, dengan suhu di wilayah yang dihuni sekitar 80 juta orang tercatat menembus angka kritis 40 derajat Celsius.

Negara-negara yang paling terdampak antara lain Jerman dengan 14.000 kematian terkait panas, Prancis dengan 7.300 jiwa, dan Spanyol 4.500 jiwa. Banyak bangunan di Eropa belum dilengkapi sistem pendingin yang memadai karena suhu setinggi ini tergolong tidak lazim. Selain ancaman kesehatan, gelombang panas juga memicu kekeringan parah dan kebakaran hutan yang luas di seluruh kawasan Uni Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *