Gelanggangjatim – Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ais Shafiyah Asfar atau Ning Ais mendorong evaluasi skema zonasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Surabaya.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar atau Ning Ais, mendorong evaluasi skema zonasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Surabaya. Ia meminta persentase jalur zonasi dibuat lebih realistis dan kuota bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu atau gakin diperbesar agar akses pendidikan lebih merata.
Menurut Ketua Harian DPP PKB tersebut, polemik penerimaan siswa baru yang terus muncul setiap tahun menunjukkan sistem zonasi masih membutuhkan penyesuaian. Ia menilai kebijakan pendidikan harus mampu menyesuaikan kondisi riil Kota Surabaya yang memiliki keterbatasan jumlah sekolah negeri serta tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
Ning Ais menjelaskan jumlah SMP negeri di Surabaya masih terbatas, sementara pembangunan sekolah baru tidak mudah dilakukan karena keterbatasan lahan. Kondisi tersebut membuat kebijakan zonasi dinilai perlu diterapkan lebih fleksibel sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
Selain evaluasi jalur zonasi, Ning Ais juga mendorong penguatan kualitas sekolah swasta di Surabaya agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pendidikan dengan mutu yang merata. Ia berharap pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan lebih adil, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat Kota Surabaya.
