• Sun. Sep 20th, 2026

Gelanggang Jatim

My WordPress Blog

Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi, Gelar Terancam Dicabut

ByGelanggang Jatim

Aug 10, 2026

Gelanggang Jatim – Surabaya – Jagat media sosial dihebohkan dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana, yang diduga meminta pacarnya untuk mengaborsi kandungan ke Singapura.

Nama Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026 sekaligus Cak & Ning Surabaya 2023, kini menjadi sorotan warganet. Kabar viral itu mencuat setelah beredar sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan Tio dan perempuan yang mengaku sebagai kekasihnya di akun Instagram @ingintauindonesia. Dalam percakapan yang beredar, tampak pembahasan mengenai kehamilan sang perempuan dengan usia kandungan sekitar 12 minggu hingga rencana untuk melakukan aborsi, bahkan ada pembahasan rencana membawa perempuan tersebut ke Singapura.

Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyampaikan pernyataan sikap pada 8 Agustus 2026 dan menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun penyalahgunaan kekuasaan. Pihaknya berkomitmen menindak terduga pelaku sesuai aturan internal yang berlaku dan membentuk tim independen yang adil dan transparan untuk mengusut tuntas kasus ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasari, menyebut gelar untuk Tio Ferdian bisa dicabut apabila semua bukti sudah lengkap. Disbudpar bersama dewan juri dan Ikatan Raka Raki Jatim telah memanggil Tio untuk menjalani klarifikasi terkait isu yang beredar. Sidang khusus akan digelar pada hari Selasa (11/8/2026) untuk menentukan sanksi, dengan sanksi terberat berupa pencabutan gelar dan pencoretan nama yang bersangkutan dalam Ikatan Raka Raki.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengimbau korban untuk segera membuat laporan resmi. Saat ini polisi sudah memonitor kasus yang sedang hangat diperbincangkan di dunia maya tersebut, namun belum ada laporan resmi dari korban. Sementara itu, Pemkot Surabaya memastikan bahwa Tio bukan ASN maupun PPPK, melainkan tenaga non-ASN yang dikontrak untuk membantu pekerjaan di lingkungan protokol dan sudah tidak aktif sejak akhir Desember 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *