Gelanggang Jatim – Surabaya – Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela pada Rabu malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai lebih dari 4.300 warga lainnya.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat kota San Felipe, sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Caracas pada Rabu malam waktu setempat. Hanya dalam rentang waktu 39 detik, gempa kedua yang lebih kuat berkekuatan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah yang sama. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai gempa doublet yang sangat jarang terjadi.
Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado menyatakan bahwa hingga Kamis malam waktu setempat, sekitar 235 orang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sudah meninggal dunia atau meninggal sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan. Lebih dari 4.300 korban luka membutuhkan penanganan medis segera, dengan banyak di antaranya memerlukan tindakan operasi. Situasi paling kritis terjadi di negara bagian La Guaira yang mencatatkan jumlah korban tewas dan luka terbanyak.
Bencana ini memicu kerusakan luas dan meruntuhkan ratusan bangunan di Caracas serta wilayah sekitarnya. Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat nasional dan mengerahkan lebih dari 5.000 tenaga medis termasuk 1.200 dokter untuk memberikan bantuan. Bandara utama negara itu terpaksa ditutup sementara karena kerusakan infrastruktur, sementara sedikitnya 30 gempa susulan tercatat di berbagai wilayah.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan sangat sedih atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan luas akibat gempa ini. Badan-badan PBB di Venezuela termasuk Tim Kemanusiaan Negara sedang memobilisasi bantuan dan bekerja sama erat dengan pemerintah Venezuela untuk mendukung respons darurat. Gempa kembar ini tercatat sebagai salah satu yang terkuat melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad, bahkan pakar menyebut kekuatan gempa ini setara dengan 260 bom nuklir.
